Lanjutin cerita sebelumnya…
Rombongan Frankfurt sampai di hotel Clarion Sign kira-kira jam 12-an waktu setempat. Sebelumnya diinfokan kalau kemungkinan kita belum bisa check in kamar hotel, karena waktu check out di Stockholm adalah jam 3 siang. Tapi untungnya pas sampai hotel, langsung diinfokan kalau kita sudah bisa check in.
Oh iya, sebelumnya di bandara kita dijemput langsung sama pak Stefan, managing director ASIA. Beliau pernah kerja di oriflame jadi managing director Asia di tahun 98-an kalo gak salah… trus pindah ke perusahaan lain, dan stelah 10 tahun ditarik kembali sama oriflame… wooowww… dibajak bo
di Hotel tempat registrasi, ada babe Andreas yang siap membagikan goody bag tas kain dan kunci kamar hotel, plus payung. yak, payung sodara-sodara! Isi goody bag pas diintip ternyata buanyak juga lho… ada produk Discover Scandinavia Shower Gel dan Hand Soap, dan Advanced Foot Care : Invigorating Pedicure Soak. ketiga produk ini belum launch di indonesia lho…
trus juga kita dikasih berbagai booklet dan ada buku berisi foto-foto peserta Gold Conference Stockholm ini. Plus kita dikasih cokelat bar buat sarapan dan baju pelaut buat welcome dinner.
Karena ngga disediakan makan siang, maka saya, mba Sharah, mba Dini, Mimi dan mba Nadia memutuskan untuk nyari makan siang sendiri. Capek mau masak nasi ato mie, mendingan kita beli Burger King aja yang ada di deket hotel. Kira-kira jarak 50meteran dari hotel. Untungnya di Burger King ngga ada daging babi, even so saya sih milih makan spicy wings aja deh… abis fish burgernya ngga ada lagi
Beres makan Burger King, kita cari money changer. Hiks ternyata dengan bodohnya kita bukannya kumpulin duitnya bareng2 trus dituker sekaligus, ini malah masing2 antri di money changer. Baru nyadar pas terakhir mba Sharah transaksi, ternyata tiap transaksi dicharge 45 Krona, alias sekitar 50ribuan huaaa…. kan lumayan tuh 5 orang x 45 krona
Tapi jadi pengalaman berharga juga buat kita qiqiqi next time klu mau tuker duit jangan lupa digabung yah…
Ngga jauh dari hotel dan money changer itu ternyata udah pusat perbelanjaannya Stockholm. Jadi sepanjang jalan yaa toko-toko besar berjajar gitu… dan kita masuk ke pertokoan H&M. H&M ini merek clothing terkenal dari Swedia, dan terutama dikenal karena harganya yang murah meriah. Kalo diliat kualitas barangnya, yaa kaya Factory Outlet di sini dehhh… tapi bedanya semua barang H&M yaa brand-nya memang H&M. Sore itu saya berhasil dapet belt kepang seharga 99krona dan mini dress katun tipis dari India seharga 99krona juga. (1 krona kuranglebih 1200-an rupiah).
Pulang dari H&M sambil liat-liat Tourist Shop, kita pulang ke hotel untuk siap-siap welcome dinner. Pake baju pelaut yang udah disiapkan sama Oriflame, kita naik bis jam 7 malam (which is masih teraaangg sekali kaya jam 4 sore) ke Museum Vasa, tempat diadakannya Welcome Dinner.
Museum Vasa adalah museum yang memuat kapal VASA, yaitu kapal perang yang dibuat pada tahun 1625 atas perintah raja Gustavus Adolphus untuk memperluas daerah kekuasaan lautnya. Vasa adalah perahu yang buesaaarrrr banget deh pokonya, terbesar saat itu, dan sengaja dibangun besar maksudnya untuk menjadi simbol dan info negara-negara lain bahwa Swedia adalah kerajaan yang memiliki kekayaan negara yang kuat.
Tapi sayangnya, Vasa tidak dibuat secara sempurna. Saat ujicoba, Vasa sudah terlihat tidak stabil, tapi para tukang dan insinyur takut memberitahukan hal ini kepada Raja karena Raja sangat mengharapkan Vasa ini selesai. Akibatnya tidak ada yang tahu kalau Vasa ini sebetulnya ngga begitu bagus kualitasnya.
Dan pada hari ‘launching’nya, Vasa dipenuhi oleh semua kru, awak, pejabat dan keluarganya untuk ‘ujicoba’ berlayar dengan Vasa. Ternyata, belum 20 menit, kapal sudah oleng ke kiri dan kekanan dan akhirnya tenggelam. Dari sekitar sekian ratus orang penumpang, 16 orang tewas.
tahun 1956, seorang ahli kapal karam Swedia berhasil menemukan Vasa di dasar laut, dan tahun 1961, Vasa berhasil diangkat ke permukaan. Pemerintah Swedia bekerja keras untuk mengawetkan dan mengumpulkan sisa-sisa patung dan ukiran hiasan yang tadinya menempel di dinding luar Vasa, termasuk ukiran lambang kerajaan Swedia. Dan kapal Vasa yang diawetkan dibuatkan museum khusus. Naahhhh kita dinner lah di museum ini
*panjang bener yah ceritanya*
Makanan saat dinner? Jyahhh jangan ditanya
di meja makan disediain roti-rotian berbagai macam, dan ada mangkuk kecil berisi butter, dan garam warna ijo yang sudah dicampur dengan herbs (rempah tanaman). Plus ada satu mangkuk sedang berisi apa ya… tadinya disangka mba Nurul itu cabe ijo padang wakakakkaa… ternyata itu terong yg dihaluskan, dicampur sama bawang putih dan bumbu-bumbu. Ngga ngerti maksudnya apa, entah cocolan kaya sambel ato apa ya… Dan makanan utama-nya adalah nasi, plus lauk kaya tumisan sayur dan ayam sesuatu. Arrrggghhhhh jauh lah enaknya sama makanan indonesia huhuhu… Untung kita membekali diri dengan sambel sachet ABC
Oh iya yang juga bikin males adalah : ngga dikasih sendok hiks… jadi kebayang dong makan nasi pake garpu *crying*
Karena jam di Indonesia dengan Swedia perbedaannya kira-kira 5 jam, maka saat welcome dinner itu kudunya udah jam 1-an malam waktu Indonesia. jadi kebayang dong saat dinner saya ngantuuukkkk luar biasa
Back to hotel jam 10-an waktu Stockholm, matahari sih udah ngga ada, tapi masih terang kaya jam 5 sore-an gitu… sampe hotel, bete masih terang aja langit, tutup jendela daannn tidurrrrrrrrrrrrrr…
Posted in ORIFLAME talk |












